What I Wear

Ruffle Dress Bahan Corduroy, Buat Si Kecil Bergaya Klasik ala 1900-an

Setelah berbulan-bulan membiarkan blog ini menjadi tempat yang indah bagi laba-laba, akhirnya ada kesempatan juga untuk kembali. Tentu saja meluangkan waktu sejenak di sela-sela kesibukan sebagai istri di rumah, mengurus bisnis kecil-kecilan, pulang pergi Banyuwangi-Situbondo, dan beraneka ragam urusan lain setiap bulannya.

Well, saya masih tetap menjadi pecinta mode seperti biasa. Masih suka mix and match pakaian walaupun belakangan sedikit insecure dengan bentuk tubuh yang tidak seramping ketika gadis dulu. Alhasil harus ekstra hati-hati dalam memilih pakaian yang cocok. Tetapi, ya sudahlah disyukuri saja. Toh, semua ini tandanya bahagia, bukan?

Pandemi yang terjadi berbulan-bulan lamanya, menuntut saya untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah serta membatasi untuk pergi traveling seperti biasa. Tetapi justru inilah waktu di mana saya dan salah seorang teman punya ide mix and match pakaian anak. Intens berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp, kami saling mengirimkan foto tentang bagaimana sih caranya membuat anak jadi stylish tetapi tidak membuatnya rewel?

Belajar dari dia, saya mendapatkan gambaran baru tentang fesyen anak. Sama halnya dengan orang dewasa, mereka juga membutuhkan kenyamanan dalam berbusana. Para mama biasanya memilih bahan katun karena dinilai dingin serta mampu menyerap keringat, sementara mereka sedang aktif-aktifnya bergerak. Maka kaos menjadi salah satu alternatif must have item bagi buah hati sebab bahannya yang nyaman dan mudah diaplikasikan dengan bawahan apapun.

Namun, selain bahan katun sebenarnya anak-anak juga bisa lho mengenakan pakaian dengan bahan dasar corduroy. Mengingat biasanya hanya dapat digunakan untuk jaket, celana dan overall karena bertekstur tebal, berat dan dirasa panas, kini diproduksi dress anak dari bahan tersebut dengan versi tekstur ringan.

Dengan tekstur lebih lembut, si kecil bahkan dapat mengenakan dress cantik ala 1900-an di siang hari sekalipun. Warna pink memberikan sentuhan girly. Sementara aksen ruffle di bagian leher dan dada dengan dua buah pita merupakan ciri khas dari pakaian anak era tersebut.

Potongan antara bagian badan dan rok diberi lipatan guna memberikan kesan sedikit flow dan mempermanis tampilan si kecil. Tidak lupa juga nih, tambahan puff pada bahu dan kerutan di tangan juga membuat vintage style statement makin kental.

In addition, pada bagian belakang dress juga dilengkapi dengan resleting Jepang yang sama sekali tidak terlihat. Bagian ini juga memudahkan si kecil untuk belajar mengenakan pakaian sendiri tanpa harus bersusah payah. Mama juga tidak perlu khawatir kewalahan karena panjang resleting hingga ke bagian punggung bawah.

Anyway karena si bocil mulai bereksplorasi, berpindah ke sana kemari dengan segala aktivitasnya, maka akan lebih baik menutup bagian kaki dengan legging. Nah, fashion item dengan pilihan warna senada dan menutup seluruh bagian kaki merupakan pilihan tetap untuk tetap membuatnya nyaman. Padukan pula dengan sandal bersol empuk agar tidak mudah lepas dan tentunya nyaman. Tetapi, tetap perhatikan pemilihan warna untuk footwear ya moms.

Cukup sampai di sana? Belum! Gaya ala-ala 1900-an kurang lengkap rasanya bila tanpa bonnet. Topi dengan bahan katun yang dipadukan tule dan renda ini mempertegas penampilan si kecil. Pemilihan warna senada menjadikannya semakin eye catchy, bukan?

Memilih bahan untuk anak-anak tentu harus ekstra hati-hati. Sebab hal tersebut merupakan faktor penting dari kenyamanan. Akan tetapi, pemilihan style juga perlu diperhatikan moms karena anak-anak juga wajib tampil stylish!

 

Muse: @humaira.batlauranie
Stylish: Mama Maira 


Don’t forget to visit our kids store!
Instagram: @kiddos.club
Shopee: shopee.co.id/kiddosclub

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *