What I Wear

Dandanin Si Kecil Jadi Noni Belanda Pakai Dress Brokat Super Dingin

Era pandemi menuntut manusia masa kini untuk kembali beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Membatasi bepergian, saling berjarak, ekstra menjaga kesehatan hingga tetap waspada di mana dan kapanpun. Namun yang pasti, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah merupakan salah satu langkah untuk mengakhiri tahun yang penuh drama ini.

Tetapi tidak selamanya pandemi terasa mengekang diri. Justru dengan banyak menghabiskan waktu di rumah, ada beberapa kegiatan yang bisa ditekuni. Pun demikian dengan saya yang suka mager, jadi punya waktu luang untuk membuka buku-buku dan membacanya kembali.

Nah, salah satu bahasan yang asik dibaca ialah era kolonial. Masa ini dirasa sangat sulit bagi bangsa Indonesia. Dijajah selama ratusan tahun, pribumi jadi budak di negeri sendiri. Sementara bangsa Eropa bertindak sebagai penguasa, mengatur segala sistem yang ada di negeri ini. Sebuah topik menarik ketika mengikuti setiap detail cerita yang terjadi di masa tersebut.

Akan tetapi, ada juga dampak baiknya untuk masyarakat dan kehidupan sosial saat itu. Ialah pengaruh-pengaruh yang dibawa oleh bangsa Eropa. Mulai dari kebiasaan, bahasa, tata cara hingga tren berpakaian. Perempuan utamanya anak-anak di zaman tersebut berbeda dengan kini. Mereka berbalut busana yang kurang nyaman, panas dan tidak dapat diaplikasikan di masa sekarang.

Fesyen kolonial juga ditandai berdasarkan golongan-golongan. Misalnya saja, kaum pekerja mengenakan katun, linen atau wol. Sementara orang-orang kaya cenderung mewah dengan bahan lembut, terang dan terbuat dari satin atau sutra. Kendati sudah lama berlalu, colonialism style tetap bisa diadaptasi dengan sentuhan modern.

Bukan cosplay, menghadirkan gaya kolonial pada anak-anak masa kini justru memberikan kesan klasik. Pemilihan bahan tetap harus diperhatikan karena yang terpenting adalah kenyamanan. Ada tiga jenis bahan kain yang nyaman dan bagus untuk dress anak kolonial, yakni brokat Prancis, semi Prancis atau katun renda biasa disebut dengan embroidery cotton.

Brokat Prancis merupakan jenis kain premium yang memiliki tekstur halus, tidak gatal, lace rapat dan mudah dikombinasikan dengan furing. Biasanya digunakan untuk gaun pengantin, kebaya hingga dress mewah.

Lantas brokat semi Prancis sedikit lebih kaku, sehingga memberikan efek flow dan mudah dilipat pada bagian pinggang. Harganya pun terbilang terjangkau. Sementara katun renda tentu lebih dingin, punya beragam bentuk bordir, tidak perlu menggunakan furing karena lebih tebal dari brokat.

Nah, ciri khas dress anak kolonial terletak pada model kerah. Gaya Milano memiliki bentuk lebih simpel, kelepak segitiga atau biasa disebut dengan diamond shape. Tidak menutup kemungkinan pula menggunakan kerah bertha yang berbentuk seperti cape dengan lebar menutup bahu serta melingkar di bagian depan. Atau pada beberapa pakaian mengaplikasikan kerah ruffle yang menunjukkan bentuk bahu dan berhiaskan lace atau renda.

Penambahan pernik mutiara pada tepi kerah memberikan efek manis pada kain brokat putih gading. Ini menjadi statement penting untuk membuat pakaian lebih classy, bahkan mendukung motif pada kain brokat agar lebih hidup. Pinggiran kerah merupakan juga merupakan bagian penting yang semakin mempertegas bagian atas dress.

Sisi depan dilengkapi kancing yang memudahkan anak menggunakan pakaian sendiri. Bentuk dan warna disesuaikan dengan pernik Mutiara supaya senada. Sedangkan pada bagian pinggang layaknya dress anak pada umumnya yang dilengkapi dengan lipatan, hanya saja sambungan dibuat dengan karet untuk mempermudah lepas-pasang serta menyesuaikan dengan bentuk tubuh.

Detail dress anak kolonial juga terletak pada bagian lengan. Model puff dibuat untuk memberikan kesan bervolume sekaligus lucu. Secara keseluruhan, statement penting dari pakaian terletak pada bagian atas. Sementara pada sisi bawah, dihidupkan dengan pola lace yang rapat dan ramai.

Aksesoris penting yang tidak boleh ketinggalan agar gaya semakin kolonial yakni topi. Ialah bonnet yang terbuat dari bahan brokat atau katun renda dengan ruffle di pinggirnya. Tidak lupa pula dilengkapi dengan pita sebagai pengikat.

Seharian bermain dengan mengenakan dress, tidak akan membuat si kecil gerah. Sebab pakaian terbuat dari bahan nyaman, model sederhana, namun tetap stylish. Anyway moms, dress gaya kolonial ini bisa didapatkan di toko kami @kiddos.club. Ragam pakaian anak lucu lainnya mulai dari kaos harian, setelan, dress impor, jaket hingga bawahan bisa dilihat langsung di katalog Instagram atau kunjungi Shopee ‘kiddosclub’ untuk dapatkan gratis ongkir dan pengiriman lebih cepat.

Selamat mix and match pakaian si kecil ya, moms!

Muse: Humaira Batlauranie
Stylish: Mama Maira

Visit our store!
Instagram: @kiddos.club
Shopee: kiddosclub

 

 

You may also like...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *