Festival Ngopi Sepuluh Ewu, Budaya Ngopi Seru Dari Masyarakat Kemiren Untuk Semua Kalangan

Budaya ngopi di Indonesia telah ada sejak Belanda pertama kali masuk ke negeri ini. Sekitar tahun 1600-an, mereka memperkenalkan kopi Arabika kepada masyarakat. Seiring dengan berjalannya waktu, ngopi jadi kebiasaan, entah diseduh saat pagi sebelum memulai hari, siang saat bekerja, atau bisa pula malamnya ketika beristirahat. Ya, kopi adalah minuman yang bisa dikonsumsi kapan dan …

Painting and Photography Exhibition, Pamerkan Banyuwangi Dalam Satu Kanvas

Sebagai kota yang terletak ujung timur Pulau Jawa, dahulu Banyuwangi hanya menjadi kawasan persinggahan. Wilayahnya yang dinilai gersang pada waktu itu menjadikan wisatawan enggan untuk mampir. Namun, kini daerah yang dijuluki Kota Gandrung ini kembali bangkit setelah dalam kurun waktu satu dekade mati. Pembangunan di setiap daerah dan pelosok merata, sehingga memungkinkan bagi para wisatawan …

Festival Gandrung Sewu 2018 Hadirkan Kisah Heroik Bupati Pertama Banyuwangi

Banyuwangi kini dijuluki sebagai Kota Festival. Bagaimana tidak, daerah yang terletak di ujung Pulau Jawa ini memiliki puluhan agenda gelaran yang diselenggarakan rutin tiap tahunnya. Berbanding terbalik dengan dulu, saat ini bumi Blambangan nggak lagi dijuluki Santet City yang menyeramkan. Pemerintah, penggerak dan masyarakat bersama-sama membangun tanah kelahiran menjadi lebih terbuka dan ramah akan wisatawan. …

Anemia

Jadi begini rasanya anemia? Tekanan darah turun drastis menyebabkan berkunang dan lesu. Kukira obatnya hanya satu, bertemu. Dengan siapa? Dengan orang yang ingin kutemui. Hari ini aku sudah mengucapkan rindu padanya. Kupikir sirup penyembuh sementaranya begitu. Sedangkan penambah darah sebenarnya nanti. Namanya bertemu, diminum tiga kali sehari. Tapi masih diracik sama apoteker.   Banyuwangi, 2018

Rindu Datang

Rindu datang tanpa alasan. Ia tidak menyapa dengan kata, atau memberi tanda dengan isyarat. Ia berjalan perlahan memasuki jantung yang tak berdetak. Menorobos lintasan nadi, lalu terbaring di peraduan sendu bernama hati. Sekiranya bosan dia akan pergi tanpa pertanda. Melibas sunyi yang kering merintih, hingga kita berpisah tanpa kata-kata.   Malang, 2017

Petrichor

Ini siang hujan sudah jatuh Gemerintik perlahan sampai ke tanah. Sudah basah semua yang dikiranya hari ini kemarau. Sebab Mei mana mungkin ia datang kembali. Lalu bau hujan menyeruap hingga ke pojok-pojok bilik. Rupanya baunya seperti rindu yang masih tersisa. Lamat-lamat masuk terhirup Mengundang syahdu yang telah lama dikuburnya hingga ke perut bumi. Sebab boleh …

Pura-pura Tidak Tahu

Aku pernah memergokimu memandangku di sore itu. Aku tahu siapa yang mengisikan jingga-jingga di langit senja. Bahkan aku juga tahu siapa yang membuat laut biru Agar aku jatuh tenang di gelombangnya. Aku hanya pura-pura tidak tahu saja Bila ada sepasang mata yang sigap menerawangku. Kupikir hanya orang berlalu lalang sambil membawa karung-karung di pundaknya. Namun ternyata …

Di Hari Senin

Kau tahu, dari tujuh hari aku menantikan hari Senin. Di Hari Senin, Aku bisa melihatmu di teras rumah sembari membaca buku Sejarah. Sesekali kau menghitung rumus Fisika Lalu mematuk-matukkan bolpoin ke keningmu yang ingin ku kecup. Di Hari Senin, Aku bisa menikmati raut wajahmu yang remang di balik temaram. Itu raut yang kusuka, penuh teka-teki. …