Delapan Belas September
Poem

Delapan Belas September

Delapan belas September tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya
Dua tiga kawan bersimpati kepadaku, mengucapkan ambal warsa
Setelahnya aku harus berperang lagi melawan risau-risau
Hingga pada akhirnya akan bertemu kembali dengan delapan belas September di tahun berikutnya.

Aku masih ingat, sehari sebelum delapan belas September
Dia bersumpah kepada Tuhan disaksikan semesta dihadapan puan
Sementara aku, harus mengadu nasib
Menerka-nerka jalan mana yang seharusnya kulalui.

Aku tahu mengapa buah-buah yang menua itu akhirnya jatuh ke tanah
Ia sudah berjuang bergelantungan, menarik-narik ranting;
Dan menahan tangannya hingga kering
Ketika tiada yang menghendakinya, ia akan tiba-tiba terjatuh. Membusuk.

Aku tidak mempercayai reinkarnasi
Tapi aku meyakini bahwa manusia akan dipertemukan dalam satu takdir terbaik
Sejak kala itu, setiap delapan belas September
Aku juga mengingat bagaimana rasanya  dijatuhkan dari pohon yang telah kubangun kuat.

 

Banyuwangi, September 2023

You may also like...

Leave a Reply