Makna Rumah Untukmu
Product Review

Menciptakan Rumah Impian Dengan 3 Makna Filosofis

Ketika melihat jajaran perumahan dengan model-model indah nan estetik, apa yang kamu pikirkan? Ada suatu impresi kekaguman luar biasa, sehingga akan berdoa dalam hati jika suatu saat pasti akan memilikinya juga. Tidak jadi masalah selama itu niat baik, maka semesta akan mengabulkan di waktu yang tepat.

Sedikit cerita, saya pernah berada di titik tidak memiliki tempat untuk singgah saat berada di perantauan dulu. Harus berpindah-pindah dari kos satu ke lainnya demi mendapatkan tempat beristirahat ternyaman.

Sejak saat itu lantas terbersit di pikiran bahwa bagaimanapun caranya suatu saat nanti harus memiliki rumah sendiri. Istana yang didapat dari jerih payah, dibuat dengan desain sesuai keinginan dan kebutuhan, hingga dilengkapi oleh perabotan rumah tangga yang mendukung konsep.

Harapan yang terus menerus diucapkan dalam batin lambat laun mulai menjadi kenyataan. Pada tahun 2019, setelah memutuskan untuk menikah, saya dan suami sepakat membeli rumah pertama kami. Tidak terlalu besar, hanya berukuran 36/72, tapi seluruh konsep luar dan interior benar-benar dipikirkan secara matang. Sebab bagi kami, hunian memiliki makna filosofis lebih dari sekadar tempat beristirahat.

Tempat untuk pulang

Saya pernah merasakan betapa pedihnya tidak memiliki tempat tinggal tetap saat berada di kota orang. Maka saat itu pun sepakat dengan diri sendiri bahwa hal yang paling menyedihkan ialah ia yang tidak mempunyai tempat untuk berlabuh.

Sejauh apapun melangkah, berapa mil jaraknya, rumah adalah tujuan utamanya. Penat dengan segala aktivitas seharian, namun pulang merupakan bayang-bayang terbesar. Itulah sebabnya hunian adalah tempat paling didambakan untuk sekadar melepas lelah, beristirahat dan memperbaiki suasana hati.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan ketika pulang ke rumah, mulai dari membersihkan diri, melanjutkan hobi, berkumpul bersama keluarga, beristirahat dengan nyaman hingga membuat harapan-harapan baru untuk hari esok.

Maka tidak ada tempat paling mengagumkan selain pulang ke rumah sendiri.

Rumah adalah karakter penghuninya

Saya percaya bahwa setiap manusia diciptakan dengan karakter uniknya masing-masing. Itulah sebabnya ada berbagai macam konsep rumah yang sebenarnya mewakili pribadi dari penghuninya.

Ia yang memiliki karakter simpel, easy going dan pandai mengorganisir cenderung menyukai konsep seperti Skandinavia atau mungkin Japandi. Lain lagi bagi penyuka kemewahan, mengagumi sesuatu berbau klasik, sudah tentu akan cocok dengan desain Mediterania atau Eropa.

Sementara si girly tentu menonjolkan sisi feminin pada konsep shabby. Lantas ada si pecinta alam yang menghadirkan kesan tropis pada huniannya dengan menciptakan taman indoor maupun outdoor, dominasi hijau hingga ruang terbuka.

Pun begitu dengan saya yang memilih industrial sebagai konsep utama rumah. Gaya yang cenderung menampilkan warna-warna statis monokrom seperti hitam, abu, serta kombinasi putih memiliki filosofi ketenangan dan keseimbangan.

Sementara bagian daunan pintu, kusen, perabotan dan pernak-pernik lainnya cenderung berbentuk tegas. Meski tanpa corak dan aksen yang terlalu ramai, namun saya yakin bahwa rumah ini sebenarnya merefleksikan karakter kami yang cenderung to the point dan tidak suka basa-basi.

Harapannya juga bahwa rumah yang kami bangun ini menjadi tempat berlindung yang kuat dengan adanya penggunaan besi-besi hollow pada rak, perabotan dan gantungan. Satu kesatuan interior yang dihadirkan, selain mendukung konsep industrial juga mewakili kepribadian penghuninya.

Kehidupan di dunia berawal dari rumah

Tahukah kamu bahwa kehidupan awal di dunia dimulai dari rumah? Sejak dilahirkan, kemudian tumbuh menjadi toddler, menginjak balita, berkembang di usia anak-anak, hingga remaja, seluruh waktu dihabiskan di dalam hunian.

Meskipun saat menginjak dewasa biasanya harus meninggalkannya, namun karakter dan segala pembelajaran kehidupan diajarkan dari dalam rumah. Sampai pada akhirnya, di masa tua akan kembali ke tempat dimana kamu dilahirkan.

Pembelajaran menjadi manusia berkarakter baik tumbuh di dalam rumah yang harmonis dan tenang. Maka saya percaya bahwa nantinya kami akan memiliki keturunan disini, merawatnya sungguh-sungguh hingga menjadi orang yang memiliki kepribadian baik.

Di dalam rumah yang tenang, kehidupan yang sempurna juga akan menyertainya sebab energi positif akan menghasilkan sesuatu yang baik pula bagi penghuninya. Suatu saat nanti, di rumah yang saat ini kami tempati akan menjadi peneduh untuk mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang bertutur baik, berperilaku sesuai norma humaniora, serta tempat bagi mereka untuk kembali saat dewasa.

Rumah yang kami tempati memang belum rampung seratus persen karena perlu memulainya dari bawah dan menabung sedikit demi sedikit untuk mewujudkan konsep impian. Akan tetapi, kebersihan dan kerapian merupakan hal nomor satu yang harus diterapkan.

Kami ingin saat pulang ke rumah bukan hanya sekadar beristirahat, tetapi menjadi tempat untuk healing karena segala sesuatunya tertata secara rapi, sesuai tempat dan bersih. Oleh sebab itu, saya menggunakan Olymplast storage guna menyimpan barang-barang penting, mulai dari buku, dokumen khusus, pakaian hingga peralatan makeup.

Olymplast memiliki model kekinian yang sesuai dengan segala konsep hunian masa kini. Terlebih, terbuat dari bahan yang kuat, berkualitas serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Sudah barang tentu Olymplast Juaranya Rapikan Rumah.

Nah, jadi bagi kamu apa sih makna rumah itu?

You may also like...

Leave a Reply